Pemdes Watugolong (7 April 2026) – Pemerintah Desa Watugolong secara resmi meluncurkan gelaran agrowisata unggulan "Wisata Petik Melon" yang berlangsung mulai tanggal 7 hingga 9 April 2026 bertempat di area green house pusat desa. Agenda tahunan ini memfasilitasi masyarakat luas untuk merasakan pengalaman langsung memanen komoditas melon premium di tengah momentum panen raya sebagai upaya strategis memperkuat ekonomi kreatif desa. Inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah setempat dalam mempromosikan inovasi pertanian modern serta mempertegas posisi Desa Watugolong sebagai destinasi agrowisata edukatif di wilayah Sidoarjo.
Dalam musim tanam tahun ini, pengelola mengandalkan varietas unggulan seperti Inthanon dan Golden Kinanti yang dibudidayakan melalui sistem hidroponik terpadu. Kedua jenis melon ini memiliki standar kualitas tinggi dengan tingkat kemanisan (brix) yang melampaui rata-rata pasar swalayan, didukung oleh pengawasan nutrisi yang ketat. Pengunjung tidak hanya disuguhi visual buah yang estetik di dalam rumah kaca yang higienis, namun juga jaminan tekstur daging buah yang renyah serta nutrisi yang terjaga berkat pola tanam organik tanpa residu pestisida kimia.
Kepala Desa Watugolong, Bapak Slamet Handoyo, menyatakan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil dari perencanaan teknis yang presisi serta perawatan intensif oleh tim ahli dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). "Panen kali ini sesuai dengan waktu yang telah diperhitungkan, Alhamdulillah semua berkembang dengan bagus tanpa ada yang cacat," ujarnya saat meninjau langsung lokasi panen pada hari pertama pembukaan. Ia menambahkan bahwa ketepatan waktu panen ini menjadi variabel krusial untuk memastikan kepuasan wisatawan yang mendambakan kualitas buah terbaik saat dipetik langsung dari tangkainya.
Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari ini diproyeksikan mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal secara signifikan melalui keterlibatan aktif pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata. Sinergi antara agrowisata dan pemberdayaan masyarakat ini menciptakan ekosistem bisnis baru bagi warga, mulai dari sektor jasa pemandu edukasi hingga pemasaran produk olahan pangan berbahan dasar melon. Kehadiran ribuan wisatawan yang diprediksi akan memadati lokasi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif sekaligus meningkatkan nilai tawar komoditas pertanian lokal di mata publik.
Menatap proyeksi jangka panjang, Pemerintah Desa Watugolong berkomitmen menjadikan agrowisata ini sebagai barometer pertanian modern di Jawa Timur. Rencana integrasi teknologi smart farming dan perluasan area tanam terus dimatangkan guna memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat setiap tahunnya. Melalui konsistensi kualitas dan inovasi pelayanan, Desa Watugolong optimis dapat mengukuhkan eksistensinya sebagai pusat rekreasi berbasis agrikultur yang berkelanjutan dan kompetitif. (evn/arf)